Cornell-NY bag. 1: 15th Southeast Asian Graduate Studies Conference

Tulisan ini adalah liputan konferensi pascasarjana tahunan ke-15 kajian Asia Tenggara yang diselenggarakan di Kahin Center for Advanced Research on Southeast Asia, Cornell University, Ithaca, New York, pada 1-3 Maret 2013. Saya masih hutang satu lagi tulisan lain mengenai perjalanan saya secara keseluruhan. Tapi yah, silakan baca ini dulu. Penyelenggaraan konferensi dikelola oleh mahasiswa-mahasiwa pascasarjana, …

Digital_Humanities, and design

I’m enjoying Digital_Humanities, by Anne Burdick, Johanna Drucker, Peter Lunenfeld, Todd Presner, Jeffrey Schnapp (MIT Press, 2012). It has been very helpful in providing a thorough, comprehensive introduction to Digital Humanities, considering the diverse, patchwork nature of this emerging field. It elaborates on its histories, methodologies, giving us case studies, social life and a short guide. An …

Indonesian National Seminar on Open Access: the Future of Repositories and Scholarly Publishing

Last October, I wrote a short article titled “Open Access in Indonesia?” for the Networked Researcher Open Access Week 2012 Blogging Unconference. My article was borne out of my unawareness and perplexity, since back then, although we could find Indonesian journals listed under DOAJ, and many green standard self-archiving initiatives, I could not find any …

The Restoration of an Indonesian classic, Lewat Djam Malam

This article was first published in film.culture360.org, a website that connects Asia and Europe through film, on January 3, 2013. About Lewat Djam Malam  Usmar Ismail’s Lewat Djam Malam (After the Curfew) is a classic 1954 Indonesian film set in the aftermath of the revolution that brought an end to the Dutch colonial rule. While obscure to most …

Kehidupan Rahasia Pembaca

Terjemahan dari tulisan Jennifer Howard, “Secret Lives of Readers,” The Chronicle of Higher Education, 17 Desember 2012:  http://chronicle.com/article/Secret-Reading-Lives-Revealed/136261/ Buku mengungkap diri mereka sendiri. Apakah mereka hadir dalam bentuk cetak ataupun pixel, buku dapat dibaca dan diperiksa dan diungkap rahasianya. Pembaca, sebaliknya, jauh lebih sukar dipahami. Mereka meninggalkan jejak—catatan di pinggir halaman, noda pada jilidan—tapi petunjuk-petunjuk penanganan buku itu …

Pembentukan perspektif Australia terhadap Indonesia

Tulisan ini saya buat untuk tugas kuliah. Semoga berguna. Pada tanggal 28 Oktober 2012, Perdana Menteri Australia Julia Gillard meluncurkan buku putih (white paper) Australia in the Asian Century, yakni sebuah “peta perjalanan untuk memandu Australia menjadi negara yang lebih maju dan berkembang, sebagai bagian dari daerah [Asia Pasifik] yang terbuka pada dunia,” sebagaimana dituliskan …

Open Access in Indonesia?

I have enjoyed and used the fruits of various Open Access works and initiatives, but to the best of my knowledge, there is not yet an established, comprehensive Open Access initiative in Indonesia. (Googling “Open Access Indonesia”, I found an Indonesian Open Access Initiative, unfortunately last updated four years ago.) In this writing, I am going to write down some observations and thoughts, based on my own modest experience navigating scholarly publications in Indonesia. Hopefully this sketch can contribute in mapping out the conditions and potentials of Open Access in developing worlds.

Lakon vol. 1 no. 1

Pada terbitan perdana ini, Lakon tidak menawarkan tema khusus dalam rangkaian artikel-artikelnya. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan mewadahi dan menyebarluaskan wacana dan gagasan kritis mahasiswa magister sastra dan budaya, dan karenanya turut mengembangkan kajian sastra dan budaya di Indonesia. Edisi yang lebih tepat disebut sebagai bunga rampai ini menampilkan banyak isu mengenai representasi Indonesia beserta dinamika representasi regional. Lakon diterbitkan …